Diskusi Bulanan
Written by Robit Sanusi   
Monday, 06 October 2014

  Trend Neurosains dalam Kajian Psikologi: Peluang dan Tantangan. Demikian sebuah judul diskusi menarik yang coba diangkat oleh Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 30 September 2014. Hadir sebagai nara sumber adalah Christanto Maulana Adityanugraha, S.Psi, seorang alumni Prodi Psikologi FPSB UII yang saat ini tengah menempuh program S2 di Universitat Erfurt, Jerman.

Christanto (panggilan akrab Christanto Maulana Adityanugraha) membagi diskusi dalam 3 (tiga) bahasan mendasar, yakni Trend Neurosains dalam Kajian Psikologi: COGITO Study, peluang yang bisa diambil di bidang Neurosains maupun tantangan di bidang Neurosains. Menurut beberapa sumber Neurosains sendiri merupakan sebuah kajian tentang sistem syarat yang ada pada otak manusia, baik mengenai kesadaran dan kepekaan otak (dari sisi persepsi, biologi, ingatan), maupun kerja otak lainnya yang sangat berpengaruh pada perilaku dan kognitif seseorang.

Terkait dengan peluang maka ada beberapa pelatihan yang bisa jadikan ‘lumbung’ tambahan penghasilan, seperti pelatihan pikiran induktif (Klauer) yang bertujuan meningkatkan intelijensi dan memperbaiki prestasi akademik bagi mereka yang berusia antara 14-17 tahun, maupun pelatihan life kinetic (dikembangkan oleh Horst Lutz-2008) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi (lebih banyak prestasi) dan dapat diperuntukkan bagi semua kelompok usia.

Adapun tantangannya adalah terkait dengan mahalnya peralatan pendukung, seperti Electroencephalography (EEG) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

 

Christanto (panggilan akrab Christanto Maulana Adityanugraha) membagi diskusi dalam 3 (tiga) bahasan mendasar, yakni Trend Neurosains dalam Kajian Psikologi: COGITO Study, peluang yang bisa diambil di bidang Neurosains maupun tantangan di bidang Neurosains. Menurut beberapa sumber Neurosains sendiri merupakan sebuah kajian tentang sistem syarat yang ada pada otak manusia, baik mengenai kesadaran dan kepekaan otak (dari sisi persepsi, biologi, ingatan), maupun kerja otak lainnya yang sangat berpengaruh pada perilaku dan kognitif seseorang.

Terkait dengan peluang maka ada beberapa pelatihan yang bisa jadikan ‘lumbung’ tambahan penghasilan, seperti pelatihan pikiran induktif (Klauer) yang bertujuan meningkatkan intelijensi dan memperbaiki prestasi akademik bagi mereka yang berusia antara 14-17 tahun, maupun pelatihan life kinetic (dikembangkan oleh Horst Lutz-2008) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi (lebih banyak prestasi) dan dapat diperuntukkan bagi semua kelompok usia.

Adapun tantangannya adalah terkait dengan mahalnya peralatan pendukung, seperti Electroencephalography (EEG) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).