Kuala Lumpur
Written by Robit Sanusi   
Friday, 05 October 2018

 Penelitian Mahasiswi Magister Profesi Psikologi Klinis Tembus Konferensi Internasional

http://master.psychology.uii.ac.id/images//sutria.jpg

 

 Kuala Lumpur, Kamis. Tahun ini, International Islamic University of Malaysia mendapat giliran sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan The 15th  International Postgraduate Reseach Colloquium (IPRC) 2018. Acara ini berjalan bersamaan dengan perayaan Hari Internasional yang diselenggarakan di kampus International Islamic University of Malaysia tanggal 3-4 Oktober 2018.

Sutria Ningrum, mahasiswa Magister Profesi Psikologi Klinis mempresentasikan penelitian yang berjudul “Premarital Sex Prevention in Teenagers Through Sex Education Psychoeducation”. Selama pelaksaan penelitian ia dibimbing oleh Ibu Rr. Indahria Sulistyarini, M.A., Psikolog. Bersinergi dengan tema yang diusung dalam acara tersebut yakni Future Psychology: Sustaining Mental-Health and Well Being in a Changing World”, Sutria, yang lebih akrab dipanggil Tria mempresentasikan karya ilmiah berdasarkan pengalamannya dalam menjalankan praktek untuk menyelesaikan program profesi di salah satu puskesmas di Kabupaten Sleman. Ia mengungkapkan bahwa dalam 3 bulan melakukan praktek, ia menjumpai banyak kasus kehamilan tidak diinginkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, Ia kemudian melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan guru Bimbingan Konseling di 9 Sekolah baik SMP, SMA dan SMK di salah satu kecamatan di kabupaten Sleman. Sutria yang merupakan mahasiswa dari Riau tersebut tertarik untuk melakukan penelitian sebagai bentuk intervensi komunitas dalam suata upaya prevensi kasus seks pranikah pada remaja.

 Sutria mengungkapkan bahwa membahas tentang pendidikan sex masih merupakan hal yang tabu apalagi dengan tradisi masyarakat di Yogyakarta yang sangat menjunjung tinggi kesopanan dalam berbicara. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kasus-kasus tersebut semakin meningkat setiap harinya. Menurut Sutria, kita tidak bisa menutup mata atas masalah tersebut.

Dalam penelitian ini, ia membentuk peer educators yang terdiri dari 109 pelajar yang telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru Bimbingan Konseling masing-masing sekolah untuk ikut dalam penelitian ini. Dan nantinya tugas dari peer educators adalah sebagai kader dari perwakilan sekolah masing-masing.  Setelah mempresentasikan penelitiannya dalam acara The 15th International Postgraduate Reseach Colloquium (IPRC) 2018, Sutria mengungkapkan peserta yang lain sangat antusias. Terbukti dalam sesi tanya jawab, ia mendapatkan banyak pertanyaan dari peserta dan komentator dari IPRC Committee. Bahkan setelah acara berakhir Sutria mengaku dihubungi oleh beberapa mahasiswa dari Universitas lain untuk membahas kelanjutan dari penelitian tersebut.

Bagi Sutria, keikutsertaannya dalam event ini merupakan hal yang sangat berkesan. Dari berbagai macam latar belakang peserta yang berprofesi sebagai dosen, akademisi, praktisi perwakilan dari beberapa negara membuatnya bangga dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. Sutria mengungkapkan bahwa ia juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Libbie Annatagia, M.Psi., Psikolog yang telah membimbingnya dalam pelaksaan kegiatan tersebut serta bapak Dr. rer. nat. Arief Famhi, M.A., Psikolog dan Magister Profesi Psikologi yang telah memfasilitasi dalam mengikuti acara tersebut.

Sutria juga menceritakan ia sangat berkesan dengan IPRC 2018 Committee atas sambutan yang sangat ramah. Ia merasa sangat difasilitasi dari mulai penjemputan di bandara sampai pada saat acara berlangsung. Kedepan harapannya semoga International Postgraduate Reseach Colloquium (IPRC) semakin maju sehingga dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa pascasarjana dan akademisi dari berbagai universitas untuk berbagi temuan penelitian dan informasi untuk mengekspos keragaman budaya dan praktek dari budaya lain.

Last Updated ( Thursday, 08 November 2018 )